RSS

Serapat Itukah Hatimu Untuk Ku???

20 Feb

Ah… ternyata, masih saja aku mengharapkan dirinya!

tidak bisa ku lupakan dirinya, melepaskan dari pikiran dari rasa ketidakmampuan ku untuk mengatakan perasaan ku yang sebenarnya padanya. dan selalu mengalah padanya.

di kalangan teman – teman ku. aku seperti pecundang di antara mereka karena kebodohan ku tersebut. aku hanya bisa berharap, berharap, berharap dan terus berharap akan ini semua. berharap dia bisa membuka hatinya pada ku walau hanya sedikit. setidaknya dia tahu kalau aku sungguh menyayanginya tanpa mengharapkan apa pun dari dia.

hanya orang bodoh yang bersikap seperti itu.

hanya pecundang yang tetap pasrah tanpa mencoba untuk berkata jujur langsung.

sungguh tidak berguna.

dan ternyata julukan tersebut melekat kepada ku.

namun yang membuat aku menjadi seperti ini hanya ada satu. yaitu sikap indifferentnya yang selalu tertuju kepada ku.

dia mempunyai sikap yang berbeda kepada ku dibadingkan dengan orang lain. dia terkadang seperti tidak mengenal ku , seolah – olah aku ini tidak pernah dia kenal sama sekali. hal inilah yang membuat ku tidak pernah berani untuk mengungkapkan semua yangku rasakan…

hanya satu cara aku bisa berbicara dengan tenang dengannya.

hanya satu momment dimana dia sedang mengalami kebahagiaan dalam hidupnya

 
Leave a comment

Posted by on 20 February 2011 in My Experience, Sekedar tulisan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: