RSS

EKONOM ORTODOKS & EKONOM KLASIK

20 Jul

Apa yang dimaksud dengan istilah ekonom ortodoks ? dan

Mengapa para ekonom menjadi ortodoks ?

Dulu pernah ada lelucon tentang para ekonom. Jika 12 ekonom berdiskusi, maka pastilah akan ada 12 pendapat yang berbeda-beda,

dan 13 kalau penganut palsu Keynes hadir. Sekarang lelucon itu sudah tidak ada. Sekarang lelucon itu sudah tidak ada. Para

ekonom sudah berhasil mengembangkan kepercayaan kelompok. Itu berarti sifat ortdoks para ekonom sudah mapan.

Salah satu contoh pendapat yag ortodoks dalah yang mengatakan bahwa harga ditentukan oleh hokum permintaan dan penawaran.

Contoh lain, perdagangan bebas antar ngara menguntungkan semua pihak. Apakah benar demikian, mari kita lihat.

Michael Lewis dalam bukunya Liar¡¯s Poker (1990) menceritakan fenomena di harvard, dimana mahasiswa ekonomi meningkat jumlahnya

tiga kali lipat dalam 10 tahun. Di Princeton, untuk pertama kalinya fakultas ekonomi menerima mahasiswa paling banyak.

Anehnya, semakin banyak orang belajar di fakultas ekonomi, malah semakin tinggi nilai ijazah mereka sebagai syarat belajar di

pasar modal Wall Street. Sebaliknya, semakin sedikit orang berminat jadi guru, justru semakin rendah gajinya.

Ketika masih dalam masa magang di Wall Street, Lewis dan teman-temannya ditanya, mengapa mereka dibayar begitu tinggi. Salah

seorang rekan Lewis mengatakan, ¡°Karena begitulah hokum permintaan dan penawaran. Kakak perempuan saya, yang mengajar di

sekolah anak cacat, dapat gaji yang jauh lebih kecil daripada gaji saya. JIKA MAKIN LANGKA ORANG YANG MAU JADI GURU, MAKA

GAJINYA PASTI AKAN MENINGKAT.

Rekan Lewis tadi lupa, bahwa persaingan sengit terjadi untuk melamar ke Wall Street. Ada 6000 calon yang memperebutkan 127

lowongan di salomon Brothers. Mestinya gaji mereka yang diterima merosot, bukannya malah meningkat, jika memang hukum

permintaan dan penawaran betul berlaku.

Hukum permintaan dan penawaran bukannya tidak mengandung kebenaran, hanya saja ilmu ekonomi ortodoks lupa bahwa peranan faktor-

faktor lain terhadap harga bukan lantas tidak ada.

Hal itu dijelaskan sebagai berikut. Dalam penerimaan calon manajer di pasar modal, faktor-faktor lain itu tampak sebagai

berikut. Ijazah fakultas ekonomi memenuhi dua kebutuhan pokok pasar modal. Pertama, ijazah itu sepertinya menjamin adanya

kepercayaan si calon manajer bahwa kegiatan ekonomi itu adalah yang terutama di dunia. Memang kepercayaan seperti itu sangat

kuat di kalangan lulusan fakultas ekonomi. Kedua, pemegang ijazah fakultas ekonomi cenderung rela bekerja berdasarkan

pengalaman praktis, bukan berdasarkan teori yang dipelajari. Kecenderungan itu sangat cocok dengan keinginan lembaga keuangan.

Kecenderungan ini pulalah yang menimbulkan kesan seolah-olah ilmu ekonomi menyandang manfaat praktis yang tinggi.

Pakah keyakinan terhadap ilmu ekonomi ortodoks terbatas pada para mahasiswa dan manajer muda yang bertitel MBA ?. Jawabannya

ternyata ¡°tidak¡±.

Beberapa pandangan yang saling bertolak belakang yang disampaikan tahun 1993 oleh Maurica Allais ) Pemenang Nobel Ekonomi 1988)

dan Jacques Attali (Presiden Bank Pembangunan Eropa) dalam forum Ecole Des Hautes Etudes Commerciales di Paris memperlihatkan

hal tersebut. Allais mengatakan, ¡°Tidak betul bahwa perdagangan bebas pasti menguntungkan semua pihak. Perdagangan bebas

hanya akan menguntungkan dalam keadaan yang sangat khusus, yakni jika tingkat perekonomian pihak yang terlibat kurang lebih

sama. Itulah sebabnya perjanjian Maastrich itu keliru. Politik komisi Eropa mengenai perdagangan bebas mengandung bahaya¡±.

Perjanjian Maastrich yang dihebohkan itu adalah penyatuan eropa barat di bidang ekonomi terutama mengenai mata uang dan pajak.

Dalam kesempatan berikutnya Attali mengcounter pandangan Allais tersebut, ¡°Pak Maurice Allais memang bekas guru besar saya,

tetapi pandangannya yang anti perdagangan bebas itu saya anggap bodoh (stupid). Setiap hambatan terhadap perdangan bebas akan

mengakibatkan resesi.

Pandangan Attali yang ortodoks itu rupanya bertentangan dengn kenyataan di lapangan. Karena pada saat yang sama, pada saat

Masyarakat Ekonomi Eropa mengumumkan berlakumya penurunan tarif dan hapusnya hambatan terhadap perdagangan bebas, Eropa malah

dilanda reesesi hebat!.

Seperti inilah ramalan para ekonom ortodoks. Namun, semakin meleset ramalan mereka, semakin fanatic. Mereka membela ramalan

tersebut. Mereka malah membujuk orang lain untuk mempercayainya. Mereka menjadi fanatik.

Keorotodoksan ilmu ekonomi sudah sedemikian rupa sehingga ilmu ekonomi itu cenderung diajarkan di bangku kuliah sebagai

rangkaian kebenaran yang sudah ditemukan mengenai bagaimana dunia perekonomian sesungguhnya bekerja. Mestinya ilmu pengetahuan

yang manapun tidak boleh berlagak demikian. Ilmu pengetahuan umumnya, ilmu ekonomi khususnya, hanyalah cara mencari tahu

bagaimana suatu dunia mungkin bekerja.

Walaupun berlagak pasti, hamper tidak ada isi buku teks ilmu ekonomi ortodoks yang bisa dianggap benar, sebagaimana isi buku

teks teknik sispil, misalnya, dapat dapat dianggap benar. Dalam buku teks teknik sipil tentu ada rumus mendirikan jembatan.

Jika rumus ini digunakan, orang boleh yakin jembatan akan berdiri. Sebaliknya dengan ilmu ekonomi (ortodoks). Tidak ada dalam

rumus-rumusnya yang bisa diandalkan, akan tetapi penganutnya teramat fanatik terhadap kemanjuran ilmu mereka.

Para ekonom ortodoks sepertinya buta tidak melihat jurang dalam yang menganga antara pekonomian yang nyata dan pemikiran yang

mereka yakini.

 
Leave a comment

Posted by on 20 July 2010 in Artikel, Artikel Ekonomi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: