RSS

Perang Api

12 Jun

Perang.. perang lagi.. di Lombok banyak perangnya.. hehehe.. namun beda dengan perang lainnya ini namanya Perang Api (Mesabetan Api). Bedanya dengan tradisi perang lainnya, perang api ini hanya diikuti oleh masyarakat Lombok yang beragama Hindu dan diselenggarakan pada saat perayaan Nyepi. Perang api ini dipusatkan di Cakranegara yang memang rata-rata perkampungan Bali. Adalah warga Negare Sakah dengan warga di sekitar sweta Cakranegara, dua kawasan yang dipisahkan oleh jalan raya, perang diikuti oleh ratusan pemuda dengan menggunakan daun kelapa kering yang dibakar di tangan, disabetkan ke lawan hingga membentuk percikan-percikan api yang bertebaran. Ikatan daun kelapa kering itu diikat seperti sapu, dicelupkan ke minyak tanah kemudian dibakar. Setelah api menyala, lalu dimatikan dan baranya digunakan untuk memukul lawan, seru emang…
Tradisi perang api terjadi sejak lama, yakni saat datang wabah penyakit yang tidak jelas asalnya. Warga kedua kampung itu banyak yang meninggal. Maka untuk mengatasinya, ada yang mengajurkan dilakukan pembakaran api. Kegiatan perang api ini semula dinamakan Manca Sanah, yakni untuk mengusir Buta Kala. Ini dilakukan sebelum adanya Nyepi oleh warga Hindu di Lombok.Tradisi ini sebenarnya juga dikenal di Pulau Bali, sejarah yang panjang Bali-Lombok memang memberikan kemiripan budaya yang kental apalagi di Lombok bagian Cakranegara adalah rata-rata perkampungan Bali. Biasanya perang dilakukan seusai pawai ogoh-ogoh serta upacara Tawur Kesange (memohon penyucian) di Pura Jaganatha Taman Mayura, ratusan warga Saka dan Sweta di Mataram saling serang di perbatasan kampung.Tradisi perang api menyambut perayaan Nyepi ini tak dilakukan untuk menyakiti lawan. Mesabetan api ditujukan untuk mengeluarkan perasaan benci dan dendam. Acara ini bermakna agar manusia memerangi hawa nafsu yang disimbolkan sebagai api. Agar tak jatuh korban ritual ini disertai aturan ketat, peserta dilarang membakar kembali daun kelapa yang telah padam. Tak sedikit warga yang kulitnya melepuh terkena bara api, meski demikian mereka tak marah. Warga percaya bahwa bara api yang mengenai badan membantu melindungi mereka dari pengaruh roh jahat.

Bagi umat Hindu di Pulau Lombok, perang api tidaklah dilandasi napsu saling mengalahkan. Mesabetan api justru adalah semangat memerangi hawa nafsu khususnya saat Hari Raya Nyepi. Mereka percaya, manusia yang berhasil menaklukan hawa nafsu akan hidup bahagia di dunia dan akhirat.

 
Leave a comment

Posted by on 12 June 2010 in VLS 2012

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: