RSS

‘Jyllands Posten’ Kartunis Denmark Mati Terbakar

19 May

Masih ingat koran Denmark, ‘Jyllands Posten’, media yang pernah menampilkan kartun Nabi Muhammad? dia dikabarkan mati terpanggang. “Kualat”, kata koran Arab. Editor surat kabar Denmark ‘Jyllands Posten’ mati terbakar ketika sebuah api secara misterius masuk ke kamar tidurnya, kata sebuah surat kabar Saudi. Menurut surat kabar ini, editor tersebut sedang tidur ketika ada api merusak kamar tidurnya. Dia dan surat kabarnya, ‘Jyllands Posten’ menjadi kontroversi ketika mempublikasikan karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Surat kabar Saudi tersebut menyatakan bahwa pemerintah Denmark mencoba menutupi berita kematian editor tersebut. “Dia kualat”, tambah surat kabar tersebut. Muslim di seluruh dunia, benar-benar mengutuk aksi penghinaan yg pernah dilakukan dan memprotes secara besar-besaran, yang terjadi di seluruh negara Islam termasuk PAkistan. Teks-teks pesan serta email yang berisi berita bahwa kartunis telah terbakar hidup-hidup telah disebarkan sejak Selasa, untuk menguatkan laporan ini.

Surat kabar Saudi menyebutkan bahwa nama editor itu Elliot Back. Namun Back hanyalah senior dalam Ilmu Komputer di Cornell University, yang telah mempublikasikan karikatur di situsnya. Nama editor budaya ‘Jyllands Posten’, yang bertugas membuat karikatur adalah Flemming Rose. Jens Julius adalah nama salah satu kartunis yang menggambar kartun penghinaan tersebut. Jyllands Posten adalah surat kabar terbesar di Denmark. Ia sangat terkenal di dunia setelah dua belas karikatur Nabi Muhammad diterbitkan di surat kabar tersebut pada 30 September 2005. Salah satu kartunnya melukiskan Nabi sebagai seorang “teroris” dengan menggunakan surban bom. Menurut BBC, masih ada 12 kartun yang disembunyikan

Kegelisahan

Ketika Barat melihat pribadi Nabi yang mulia sebagai contoh idola yang paripurna dengan segala kesempurnaan manusia, maka inilah yang tidak mungkin bagi Barat dengan segala pemikiran, teori, dan praktiknya untuk sampai pada rasio mereka. Dengan pembedaan dari orang-orang Barat seperti ini, maka vonis terhadap contoh semacam ini menjadi kegelisahan hakiki. Salah satu masalah permusuhan Barat terhadap Nabi Saw yang historis adalah bahwa dia datang dengan sistem politik dan pemikiran yang sangat sempurna dan menyeluruh yang bisa menyingkirkan aturan dan tatanan sosial politik Barat yang sudah baku pada waktu itu.

Universalitas ajarah Rasulullah Saw termasuk dalam cara-cara pengorganisasian, pemerintahan, dan pengelolaan masyarakat. Dan terakhir, dalam hubungan sosial di dalam masyarakat, serta antara masyarakat yang heterogen. Muhammad Saw datang dengan kesederhanaan sistem yang sempurna, pararel dengan sistem Barat, bahkan menjadi alternatif pengganti yang kuat bagi sistem Barat. Banyak intelektual Barat yang melihat Muhammad Saw sebagai sosok yang menyebabkan bangkitnya semangat perjuangan dan perlawanan dalam kehidupan Arab dan kaum Muslimin di masa lampau. Bahwa agama Islam adalah penggerak utama bagi seluruh ide dan pemikiran perlawanan yang masih hidup di dalam pemikiran dan perilaku bangsa-bangsa Islam.

Para intlektual Barat melihat bahwa risalah, pemikiran, dan dakwah Muhammad turut mempersembahkan andil pemikiran, psikologi, dan ideologi bagi upaya seorang Muslim dalam memenangkan dirinya, serta tidak menyerah kepada ‘’syahwat kehidupan” serta ”perhiasan dunia” yang digeluti orang-orang Barat. Perlawanan juga terjadi dalam hal penncegahan upaya hegemoni pemikiran, peradaban, dan ekonomi Barat terhadap kehidupan kaum Muslimin dan Arab.

Sesungguhnya pemikiran Barat modern tidak mampu mempersembahkan tafsir materi atau rasio apapun terhadap perlawanan Palestina atau Irak. Atau terhadap tekad bangsa-bangsa Arab-yang terlihat lemah dan terbelakang-untuk menolak contoh model Barat dalam kehidupan dan kembalinya bangsa-bangsa ini kepada Islam baik secara politik, ekonomi, dan peradaban. Tidak ada interpretasi realitas yang meyakinkan, kecuali dengan melempar celaan dan kebencian terhadap Nabi Muhammad Saw. Meningkatnya perlawanan bersenjata secara tajam dan penolakan peradaban Barat mungkin saja membuat mereka menyiagakan gelombang baru untuk menyerang pribadi Nabi Saw yang mulia. Bisa jadi di sana ada sebab atau motif-motif lain untuk terus-menerus melakukan pelecehan. Tapi bisa jadi pelecehan terhadap agama ini dimaksudkan untuk menyalakan sumbu krisis dalam hubungan antar peradaban, atau memanfaatkan kemarahan Islam atas pelecehan terhadap Rasulullah Saw ini dalam membuat peta politik baru

 
Leave a comment

Posted by on 19 May 2010 in Artikel, Artikel Islami

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: