RSS

#Teknik PengambiLan SampLe#

12 May

I. PENDAHULUAN
1. Pengertian Populasi
Populasi merupakan keseluruhan objek yang akan diamati. Objek yang diamati dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada dalam objek tersebut dapat diukur atau diamati. Populasi terdapat dua bagian yaitu ada populasi yang tak terbatas dan populasi yang dapat diketahui jumlahnya. Hasil pengukuran atau karakteristik dari populasi disebut “parameter” yaitu harga rata-rata hitung (mean) dan simpangan baku(standard deviasi). Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa populasi diteliti harus didefenisikan dengan jelas,
termasuk didalam nya ciri-ciri dimensi waktu dan tempat.

2. Pengertian Sampel.
Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut “statistik”.
Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut :
1. Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.
2. Lebih cepat dan lebih mudah.
3. Memberi informasi yang lebih banyak dan dalam.
4. Dapat ditangani lebih teliti.

II. PENGAMBILAN SAMPEL.
Tujuan pengambilan sampel supaya sample yang diambil dapat memberikan informasi yang cukup untuk dapat mengestimasi jumlah populasinya. Sebelum mengambil sampel, ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu :

•Populasi Sasaran (Target Populasi)
Populasi yang sasaran pengamatannya berupa suatu keterangan seperti efek jajanan pinggir jalan pada anak-anak sekolahan. Yang menjadi sasarannya adalah anak-anak sekolah yang di sekitar sekolah terdapat penjual jajanan.

•Kerangka Sampel (Sampling Frame) Suatu daftar unit-unit dari sebuah populasi yang sampelnya akan diambil.
•Unit Sampel(Sampling Unit)
Sebuah unit terkecil dari sebuah populasi yang akan diambil sampelnya.
•Rancangan Sampel
Rancangan yang meliputi bagaimana cara mengambil sampel dan menentukan besar sampelnya.
•Random.
Cara pengambilan sampel dimana setiap unit dalam populasi mempunyai kesempatan untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Gambaran dalam pengambilan sampel
1. Perlu dirumuskan masalah-masalah yang dihadapi, kemudian perincilah masalah-masalah tersebut dalam bentuk-bentuk informasi yang harus disajikan.
2. Setelah memahami ruang lingkup masalah yang dihadapi, tetapkanlah populasi yang hendak diteliti itu.
3. Perlu diketahui apakah informasi yang dibutuhkan sudah pernah tersedia, misalnya sebagai hasil penelitian orang lain.
4. Tentukan jenis penelitian apa yang paling baik, sesuai dengan biaya yang tersedia sehingga dapat menyajikan informasi yang dibutuhkan.
5. Susun rencana lengkap terhadap pelaksanaan penelitian tersebut, termasuk menyusun defenisi, klasifikasi, kwesioner, petugas dan sebagainya.
6. Rencanakan beberapa alternative perencanan sampel
7. Susun buku panduan untuk pekerja lapangan selengkap mungkin.
8. Susun rencana, tabulasi dan tetapkan bentuk serta jenis dari tabel yang final.
9. Lakukan pengujian dengan kuisioner pada petugas lapangan.
10. Melakukan perbaikan apabila ada kesalahan dalam pengujian yang telah dilakukan.
11. Tetapkan secara terperinci prosedur samping yang final.
12. Melaksanakan penelitian yang sesungguhnya dan lakukan pengolahan serta tabulasi data seperti yang direncanakan.
13. Susun analisa atau hasil-hasil tersebut.
14. Buat laporan penelitian.

III. TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL.
Memilih teknik yang akan dipakai dalam pengambilan sampel merupakan suatu upaya penelitian supaya menemukan sampel yang mewakili serta dapat menggambarkan populasinya. Teknik pengambilan sampel tersebut dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu :
1.Probability Sampling (Random Sample)
Dengan teknik ini, peneliti dapat menentukan derajat kepercayaan terhadap sebuah sampel. Selain itu, perbedaan dalam menafsirkan parameter populasi dengan statistik sampel dapat diperkirakan.
2. Non Probability Sampling (Non Random Sample)
Sedangkan pada non probability sampel, penyimpangan nilai sampel terhada populasinya tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik. Penyimpangan yang terjadi pada perancangan kwesioner, kesalahan petugas pengumpul data dan pengola data disebut Non Sampling Error.

Adapun 5 cara dalam pengambilan sampel yang dilakukan secara random, yaitu :
a.Sampel Random Sederhana (Simple Random Sampling).
Proses pengambilan sampel dilakukan dengan memberi kesempatan yang sama pada setiap anggota populasi untuk menjadi anggota sampel. Sampel dan populasi dipilih secara random. Keuntungan cara ini adalah estimasinya sederhana. Tetapi, cara ini membutuhkan daftar anggota keseluruhan dari populasi dan ada kemungkinan sampel tersebar dalam suatu daerah yang luas.
b.Sampel Random Sistematik (Systematic Random Sampling)
Keuntungan dari cara ini adalah setiap perencanaan yang dilakukan mudah. Kekurangannya adalah cara ini membutuhkan daftar populasi.
c.Sampel Random Berstrata (Stratified Random Sampling)
Keuntungan adalah cepat dalam menafsirkan karakteristik populasinya. Kerugiannya adalah diperlukan daftar dari setiap strata dan apabila daerah yang diamati sangat luas maka akan menambah biaya taransportasi.
d.Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling)
Keuntungan dari cara ini adalah tidak memerlukan daftar populasi sehingga tidak ada biaya transportasi. Kerugiannya adalah sulit dalam menentukan estimasinya.
e.Sampel Bertingkat (Multi Stage Sampling)
Metode ini dapat dipakai apabila jumlah populasi yang diamati besar dan bersifat homogen. Cara ini dapat dilakukan untuk daerah yang sangat luas. Keuntungan cara ini adalah biaya transportasi sangat kecil. Adapun yang menjadi kerugian dari pemakaian cara ini adalah perlu kecermatan dalam pengambilan sampel karena sifatnya yang banyak.

Adapun 3 cara dalam pengambilan sampel yang dilakukan tidak secara random
a.Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping).
Pengambilan sampel dilakukan dengan melihat unsur-unsur yang dikehendaki dari data yang sudah ada.
b.Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling).
Sampel diambil berdasarkan keperluan saja. Tidak ada perencanaan ataupun pertimbangan khusus di dalamnya.Sampel diambil atas dasar seandainya saja, tanpa direncanakan lebih dahulu.
c.Sampel Berjatah (Quota Sampling).
Besar dan criteria dalam pengambilan sampel telah ditentukan terlebih dahulu.

IV. KESIMPULAN
Jika kita ingin melakukan penelitian pada sesuatu populasi yang besar, kita tidak perlu meneliti setiap unit dari populasi akan tetapi cukup hanya mengambil sebagian saja (sampel).
Disamping itu untuk menghindari terjadinya Error, perlu adanya perencanaan yang baik seperti halnya dalam pembuatan kuesioner, buku panduan, serta konsep pengumpulan dan pengolahan data.

sumber: http://yenselpischa.wordpress.com/teknik-pengambilan-sample/

 
2 Comments

Posted by on 12 May 2010 in FE UNRAM 09

 

2 responses to “#Teknik PengambiLan SampLe#

  1. jack

    14 May 2010 at 2:21 am

    sipp bos…

     
  2. adypato

    16 May 2010 at 5:28 am

    okey… thanks ya atas kommentnya!!!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: